MeshNode Indonesia

Prakiraan Cakupan di Halaman Node: Model, Bukan Pengukuran

Terakhir diperbarui

Setiap halaman node yang punya koordinat menampilkan tombol Prakiraan Cakupan. Kami jelaskan di sini apa yang sebenarnya dihitung tombol itu, asumsi apa yang dipakainya, dan satu keterbatasan konkret yang perlu kamu tahu sebelum membaca lingkarannya sebagai jangkauan sungguhan node.

Apa yang digambar tombol Prakiraan Cakupan

Klik tombol Prakiraan Cakupan di halaman sebuah node, dan peta menggambar poligon di sekitar posisi node itu. Poligon itu datang dari endpoint /api/coverage, dihitung saat itu juga -- bukan diambil dari rekaman sinyal radio yang pernah diterima node lain.

Ini penting dibedakan sejak awal: poligonnya adalah hasil model matematis, bukan pengukuran. Situs ini tidak pernah mengirim atau menerima sinyal RF untuk menggambar lingkaran tersebut.

Cara kerja model di baliknya

Model yang dipakai bernama ITM, Irregular Terrain Model, dikenal juga sebagai model Longley-Rice. Anita Longley dan Phil Rice menerbitkannya tahun 1968, dan NTIA (badan telekomunikasi pemerintah Amerika Serikat) memeliharanya sampai sekarang.

Implementasi yang kami pakai adalah pyitm, port Python dari kode NTIA. Endpoint /api/coverage memanggil fungsi itm.area() dengan sejumlah parameter: frekuensi, daya pancar, tinggi antena pemancar dan penerima, serta dua parameter medan bernama deltaH dan radio_climate.

Yang perlu kamu tahu: sebagian besar parameter itu nilai tetap, sama untuk setiap node, bukan properti node yang sedang kamu lihat. deltaH diset 90 meter untuk semua node -- menurut dokumentasi pyitm sendiri, 90 meter berarti asumsi 'perbukitan', satu dari lima pilihan (datar, dataran, perbukitan, pegunungan, pegunungan terjal) yang seharusnya dipilih sesuai medan riil di sekitar lokasi node. radio_climate diset 5, yaitu profil 'Continental Temperate' -- padahal pyitm menyediakan kode 1 untuk 'Equatorial', profil yang jelas lebih sesuai untuk negara yang dilalui garis khatulistiwa seperti Indonesia.

Yang kami verifikasi: radiusnya identik untuk setiap node

Kami memanggil /api/coverage untuk empat node yang tersebar jauh secara geografis: satu di sekitar Medan (Sumatra Utara), satu di sekitar Bandung (Jawa Barat), satu di Sulawesi Tengah, dan satu di Jayapura (Papua). Keempatnya mengembalikan radius 8,25 km -- sama sampai sebelas angka signifikan.

Ini bukan kebetulan medan yang serupa. Satu-satunya input yang berbeda per node adalah lintang dan bujurnya; frekuensi, daya pancar, tinggi antena, deltaH, dan radio_climate semuanya nilai tetap yang sama untuk setiap permintaan. Lingkarannya cuma dipindah ke koordinat berbeda, bukan dihitung ulang dari medan sekitar node itu.

Konsekuensinya: dua node yang dipisahkan bukit, lembah, atau gedung tinggi tetap menampilkan lingkaran 8,25 km yang sama, seolah keduanya punya kondisi jalur radio identik. Padahal medan di antara dua titik itulah yang seharusnya paling menentukan hasil sebuah model bernama 'Irregular Terrain Model'.

Apa artinya buat kamu

Baca lingkaran 8,25 km ini sebagai jarak teoretis dalam kondisi medan rata-rata generik, bukan prakiraan jangkauan node yang sedang kamu lihat secara spesifik. Nilainya sama untuk setiap node berkoordinat di instans ini, tidak peduli node itu di pesisir datar atau di lereng gunung.

Jangan pakai lingkaran ini untuk menempatkan node perute atau menjanjikan jangkauan ke warga saat perencanaan darurat. Jarak sungguhan sangat bergantung pada garis pandang, ketinggian antena riil, dan halangan bangunan -- faktor yang belum masuk hitungan model ini sama sekali.

Situs ini di tempat lain (peta dan profil ketinggian) menandai elevasi SRTM sebagai indikatif, bukan Fresnel atau path-loss sungguhan. Prakiraan Cakupan bahkan lebih sederhana dari itu: deltaH-nya konstan, tidak dihitung dari profil elevasi node yang bersangkutan sama sekali.

Ringkasan

Tombol Prakiraan Cakupan sekarang dinonaktifkan permanen. Tautan bantuannya tetap menuju halaman ini, bukan ke halaman yang tidak pernah ada.

Operator sudah memutuskan: dibanding mempertahankan tombol dengan label yang lebih jujur, lingkaran 8,25 km yang identik di setiap node ini lebih baik tidak ditampilkan sama sekali sampai modelnya memakai data medan sungguhan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lingkaran Prakiraan Cakupan mengukur sinyal RF sungguhan?

Tidak. Lingkaran itu hasil model matematis ITM/Longley-Rice, dihitung dari rumus, bukan pengukuran radio di lapangan. Situs ini tidak pernah mengirim atau menerima sinyal RF untuk menggambarnya.

Kenapa radiusnya selalu 8,25 km, di semua node?

Karena parameter yang menentukan ukuran lingkaran -- frekuensi, daya pancar, tinggi antena, kekasaran medan (deltaH), dan iklim radio -- semuanya nilai tetap yang sama untuk setiap permintaan. Hanya koordinat node yang berbeda, jadi lingkarannya cuma berpindah tempat, tidak berubah ukuran. Kami memverifikasi ini langsung lewat /api/coverage untuk node di Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua -- hasilnya identik sampai sebelas angka signifikan.

Apakah tombolnya akan dinonaktifkan?

Sudah. Operator memutuskan menonaktifkannya permanen, bukan sekadar melabelinya lebih jujur -- lingkaran 8,25 km yang sama di setiap node cukup menyesatkan sehingga lebih baik tidak ditampilkan sama sekali.

Rujukan

Panduan lainnya

Semua panduan · Beranda · Direktori node · Statistik jaringan